Usaha Rumah Makan


 Nama : Gustin Kartika Rachman
NPM : 23210063
Kelas : 1 EB 21

BAB I
PENDAHULUAN

Dizaman seperti saat ini, banyak orang-orang yang sulit mendapatkan pekerjaan, untuk itu tak sedikit dari mereka yang mencoba untuk membuka usaha sendiri, atau wiraswasta. Saat ini dunia bisnis dan wirausaha begitu berkembang, bermula dari bisnis kecil-kecilan hingga menjadi suatu usaha yang bisa menghasilkan omset ratusan juta. Salah satu bisnis yang dimaksud adalah bisnis waralaba. Usaha waralaba merupakan usaha yang memiliki cabang-cabang di daerah lain. Untuk membuka cabang tersebut diperlukan kemampuan dari pemilik asli usaha tersebut. Dan jika dilihat dari jenis usahanya maka jenis usaha yang semakin berkembang dari tahun ke tahun dan tak pernah ada habisnya adalah usaha rumah makan. Apabila usaha waralaba ini bergerak di bidang restoran atau rumah makan maka sebaiknya para pemilik usaha tersebut juga harus memperhatikan pola dari sisi konsumennya untuk lebih mengembangkan usahanya tersebut.


BAB II
LANDASAN TEORI

Landasan teori dalam usaha rumah makan ini bisa dilihari berbagai sisi. Dari sisi konsumen, para pelaku usaha bisa mengetahui pola yang sedang terjadi. Misalkan pada saat itu banyak permintaan dari konsumen dari suatu daerah tertentu, maka pemilik usaha bisa mempertimbangkan daerah tersebut sebagai salah satu daerah pengembangan usaha dengan memperhatikan faktor-faktor lain yang berhubungan.
Kadangkala cabang dari suatu usaha tidak berkembang seperti pada cabang utamanya, hal tersebut bisa dikarenakan oleh pemilihan lokasi yang tidak bersesuaian dengan selera konsumen rumah makan tersebut. Misalkan di suatu daerah lebih banyak pegawai kantor yang memilih salah satu restoran sebagai tempat makan, namun ternyata hal tersebut tidak didukung oleh keberadaan cabang dari restoran tersebut. Hal ini merupakan salah satu kesalahan dalam memilih lokasi yang strategis yang sesuai dengan mangsa pasar yang ada. Oleh karena itu, menggunakan system informasi geografis diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan dalam penentuan lokasi yang strategis serta dapat membantu memberikan masukan kepada perusahaan waralaba tersebut untuk dapat mendirikan cabang di daerah yang lebih berpotensi dan lebih strategis berdasarkan data-data yang diperoleh dari konsumen dan diolah menggunakan sistem informasi geografis.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Metode pengumpulan data untuk memulai usaha yang akan dibangun, dapat kita lakukan dengan 4 cara yaitu :
  1. Observasi
Observasi dengan turun langsung kelokasi supaya kita bisa mengetahui keadaan lingkup usaha kita nantinya.
  1. Kuesioner
Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para usahawan yang sudah melakukan usaha tersebut lebih dahulu supaya kita dapat mengambil contoh dari apa yang sudah terjadi.
  1. Wawancara
Wawancara langsung terhadap pemilik rumah makan, agar mengetahui tips-tips sukses menjalankan usaha.
  1. Browsing
Mencari informasi dari internet supaya mendapatkan pengetahuan yang lebih luas dalam menjalankan usaha.

BAB IV
PEMBAHASAN

Setidaknya dalam membangun usaha rumah makan, diperlukannya berbagai persiapan. Sehingga dapat meminimalkan masalah atau hambatan yang akan terjadi di saat memulai usaha itu. Persiapannya sebagai berikut :
a.       Menetapkan sasaran pembeli,
b.      Melakukan analisis pesaing, dengan mendidentifikasi pesaing yang sudah terlebih dahulu melakukan kegiatan usaha.  Kemudian lakukan analisis secara sederhana,
c.       Menyiapkan menu makanan yang bervariasi dengan harga yang murah,
d.      Lokasi usaha dibuat dengan standar layaknya rumah makan,
e.       Menyiasati kebutuhan modal.  Hal ini dapat berasal dari modal patungan, sehingga berikutnya adalah tinggal membagi porsi kepemilikan usaha. Juga ditekankan bahwa yang dibagi tidak hanya keuntungan, tetapi juga kerugian. Jika semua pihak yang menyetor modal juga aktif berpartisipasi dalam menjalankan usaha, maka untung rugi perusahaan dibagi berdasarkan besar kecilnya modal,
f.        Mengenai masalah perhitungan biaya usaha, maka bisa diatur sbb:
1.      modal awal mendirikan usaha seperti, mendirikan bangunan, membeli peralatan masak, peralatan makan, dan perizinan,
2.      modal pembelian persediaan bahan baku seperti bahan masakan (daging, beras, bumbu, sayur, dll), dan juga minuman,
3.      modal operasional seperti gaji karyawan (jika ada) listrik, gas, telpon, dll. Khusus untuk modal pembelian bahan baku dan modal operasional, sebaiknya disiapkan untuk minimal 3 bulan ke depan, agar usaha tetap dapat berjalan selama 3 bulan pertama dan belum menghasilkan keuntungan,
g.       Pengorganisasian usaha jelas, siapa mengerjakan apa,
h.       Mengetahui daftar belanja bahan baku,
i.         Menetapkan biaya-biaya, seperti biaya tenaga kerja biaya peralatan; biaya listrik, air; biaya bahan bakar dsb.

BAB V
KESIMPULAN

Semua usaha pastinya memiliki berbagai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapi dan melakukannya dalam menjalankannya.
Kelebihan Usaha Rumah Makan
Ada banyak kelebihan yang dimiliki dari usaha yang satu ini. Salah satu kelebihan dari usaha rumah makan adalah kebutuhan modal yang tidak terlalu besar. Jadi hanya perlu menyiapkan peralatan masak, meja dan kursi tempat pengunjung makan. Bahan baku yang dibutuhkan dalam usaha rumah makan juga tidak terlalu mahal. Semua dapat di peroleh dengan mudah di pasar tradisional.
Selain modal yang kecil, usaha rumah makan memiliki waktu yang fleksibel. Memang semua tergantung menu yang ditawarkan di  rumah makan. Penjual bisa fokus kepada pengunjung untuk makan pagi, makan siang atau makan malam saja. Tapi jika memang ingin meraup penghasilan lebih, bisa juga membuka usaha rumah makan ini dari pagi sampai malam.
Margin keuntungan yang dapat diraih dari usaha rumah makan juga sangat besar. Rata-rata keuntungan yang dapat diraih oleh rumah makan berkisar antara 30-50% dari omset penjualan. Hal ini dapat terwujud karena usaha rumah makan merupakan usaha jasa pengolahan makanan dan penyajiannya. Otomatis keuntungan yang diraih bisa sangat besar.
Tips Memulai Usaha Rumah Makan
Setelah melihat begitu besarnya peluang usaha rumah makan ini, saatnya membekali diri untuk memulai usaha ini. Berikut ini adalah tips-tips yang berguna bagi yang akan memulai usaha rumah makan:
Bisa berkembang atau tidaknya usaha rumah makan sangat tergantung dari posisi letak rumah makan yang dimiliki. Usahakan mencari tempat yang cukup ramai untuk memulai usaha ini.
Usaha ini dapat dicoba di daerah pertokoan, daerah perkantoran, daerah kampus atau pusat perbelanjaan. Semakin ramai daerah di sekitar rumah makan, semakin besar peluang orang untuk berkunjung.
  • Harga seimbang dengan rasa.
Dua kunci sukses dari usaha rumah makan adalah harga dan rasa. Saat makanan yang di jual memiliki rasa yang nikmat dan khas dengan harga yang sesuai, pasti rumah makan itu akan ramai dikunjungi.
Untuk harga, penjual juga harus menyesuaikannya dengan lokasi dan jenis makanan yang di jual. Pada dasarnya penjual bisa menerapkan harga jual setinggi 30-50% dari modal yang dikeluarkan. Tentu didukung dengan rasa yang enak pula.
  • Pelayanan.
Selain harga dan rasa, hal lain yang cukup penting dalam usaha rumah makan adalah pelayanan. Pelayanan yang ramah dengan senyuman di bibir akan menarik banyak pelanggan untuk kembali ke rumah makan Anda.
Usahakan agar pengunjung merasa nyaman di rumah makan kita dan jangan biarkan mereka menunggu sangat lama untuk menikmati hidangan yang dipesan.
  • Penyajian yang menarik.
Tampilan merupakan modal awal untuk menciptakan selera makan. Dengan tampilan yang menarik dari makanan yang dibuat, pengunjung juga akan terpacu selera makannya.
Setelah selera makan bangkit, ditambah dengan rasa yang enak, rumah makan tersebut akan cepat terkenal. Akhirnya pelanggan akan semakin banyak.
Kesuksesan dalam usaha rumah makan kembali pada diri Anda sendiri. Dengan penanganan yang tepat dan ciri khas tersendiri, kita akan meraih kesuksesan di dalam usaha ini.

DAFTAR PUSTAKA

Ahira,Anne.2007.Jakarta.
Teguh.2010.Bekasi,
Kamissore.2009.Jakarta.
UKM.2010.Jakarta